| Home | | |


Showing posts with label keluargaku. Show all posts
Showing posts with label keluargaku. Show all posts

Saturday, January 29, 2011

Teruntuk putri-putriku di jannahNya

Rasanya baru kemarin aku menerima kabar bahagia itu. Tepat akhir bulan Desember saat kandunganku berusia 6 bulan, hasil pemeriksaan USG menyatakan jika janin yang kukandung pada kehamilan keduaku ini adalah kembar. Tak terperi kebahagiaan yang aku rasakan saat itu. Hari-hari yang kujalani setelahnya berjalan normal seperti biasa. Si kecilku tak pernah membuatku mengeluh bahkan sakit selama kehamilan. Senantiasa bergerak dengan gerakan yang lembut di kala ibunya beraktivitas di dalam maupun di luar rumah. Tak satupun keluhan yang aku rasakan selama sebulan ini. Hingga pada beberapa hari yang lalu kekhawatiranku datang begitu tiba-tiba. Aq merasakan kehilangan gerakan pada janinku. Dengan segera aku dan suami memeriksakan ke dokter dan ternyata... semua sudah terlambat.. kedua janin kembarku sudah diambil oleh Yang Maha Kuasa. Aku seperti kehilangan cahaya hidup saat itu. Begitu tiba-tiba dan tidak kusangka. Tapi, berkat dukungan suami dan keluarga aku bisa tabah, ikhlas, dan pasrah.

Dua hari pertama di rumah sakit menunggu persalinan bayiku yang sudah meninggal di dalam rahim, rasanya tidak dapat kuungkapkan dengan kata-kata. Sakit yang aku rasakan selama itu seperti dua kali lipat dari yang pernah aku rasakan. Entah sudah berapa kali aku membaca kalimah thoyyibah, ayat kursi dan surat-surat pendek untuk mengatasi rasa sakitku. Sakitnya benar-benar hampir memaksaku menyerah dan memutuskan untuk operasi cesar.  Tapi, aku mencoba untuk bertahan sekuat tenaga dengan suami yang selalu mendampingi. Dan Allah ternyata memberikan pertolonganNya. Kedua bayiku bisa kulahirkan secara normal. Sedihku pecah seketika melihat wajah mungil kedua bayiku yang ternyata perempuan semua, seperti yang kami idamkan selama ini. Tubuh mereka begitu sempurna hanya begitu kecil karena aku melahirkan dalam kondisi prematur. Aku melepaskan kepergian mereka untuk disemayamkan dengan perasaan yang amat kehilangan waktu itu.
Laa hawla walaa quwwata illaa billaah.. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun...
Tiada daya upaya dan kekuatan selain dariMu ya Allah.. Segala sesuatu datang dan akan kembali kepadaMu... Aku berserah diri sepenuhnya...     

Hasil analisa bidan yang menolong persalinanku, bayiku meninggal karena keracunan air ketuban. Aku lupa istilahnya apa. Yang jelas air ketubanku begitu banyak. Mungkin itulah yang menyebabkan selama ini aku hanya bisa merasakan janinku bergerak lembut. Tidak seperti kehamilan normal 6 bulan seharusnya janin sudah bisa menendang dengan keras. Bidan juga menyatakan kalo hal seperti ini bisa menimpa siapa saja, kelebihan air ketuban itu karena memang sudah bawaan, tidak bisa dicegah. Hanya mungkin aku terlambat menyadari dan juga mungkin karena ketidaktahuanku. Aku menyesali hal ini.

Yah... Januari ini menjadi bulan yang amat kelam dalam hidupku. Aku kehilangan kedua putri kembarku tepat di usia kehamilan 7 bulan. Hanya kurang sebulan dari perkiraan kelahiran mereka. Tapi takdir Allah berkata lain. Mereka tidak dapat bertahan. Sungguh hadiah ulang tahun paling pahit yang aku terima. Aku ikhlas dan pasrah... Mungkin ini adalah yang terbaik dari Allah dan aku yakin Allah akan memberikan ganti yang lebih indah di kemudian hari..

Kamis, 20 Januari 2011.
Kedua buah hatiku telah disemayamkan. Mereka telah menjadi bidadari-bidadari kecil yang cantik jelita. InsyaAllah...

Nak... maafkan ibu karena tidak sanggup menjagamu selama dalam kandungan. Sungguh ibu sangat menyesal anakku... Penyesalan yang selamanya akan terpatri dalam hati... Maafkan ibu anak-anakku.. maafkan..
Ibu hanya bisa berdoa semoga kelak ibu dapat berjumpa dengan kalian. Melihat dengan utuh binar mata kalian. Memeluk dengan lembut tubuh mungil kalian. Bersenda gurau dalam kebahagiaan melepas kerinduan ibu yang mengkristal pada kalian. Serta tiada lelah mendampingi kalian bermain-main di taman surga yang indah...

Allahu rabbiy.. Jadikanlah kedua permata hatiku penghuni surgaMu.. Tempatkanlah mereka di tempat yang paling indah di jannahMu.. Hingga tiba masanya kelak mereka menjadi penjemput kami di pintu surgaMu...
Kabulkanlah permintaan hambaMu yang nista ini ya Rabb.. Tiada yang dapat hamba lakukan selain bermunajat kepadaMu.. Istajib du'aaiy ya Rabb... Amin...

(Kutulis dengan segenap kekuatan dan tetesan air mata yang telah mengering)
~Ummu Hafiy~

Note tambahan (saya kutip dari http://ghinarumaisha.multiply.com/journal/item/35):

Anak-anak yang meninggal dalam keadaan belum baligh maka akan menjadi penolong bagi kedua orangtuanya kelak di akhirat. Seperti yang dikisahkan dalam hadits riwayat Bukhari Muslim.

Diceritakan, ada seorang perempuan mendatangi Rasulullah saw. lalu berkata: "Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah memperoleh hadist-hadist Tuan, maka berilah kami (kaum perempuan) hari di mana Tuan memberikan pengajaran kepada kami tentang apa yang telah Allah ajarkan kepada Tuan."

Rasulullah menjawab, "Berkumpullah pada hari ini dan ini". Maka kaum perempuan itu berkumpul dan Rasulullah hadir memberikan pengajaran apa yang diajarkan Allah kepadanya. Kata Rasul: "Tiada di antara kalian perempuan yang ditinggal mati tiga anak-anaknya kecuali ketiga anak tersebut menjadi penghalang (hijab) bagi perempuan itu dari api neraka. Seorang perempuan bertanya, "Dan dua orang anak?" Jawab Rasul, "(Ya) dan dua orang anak." (Muttafaq 'alaih)

Hadis di atas hanya menyebutkan sampai dua orang anak saja. Bagaimana kalau satu anak saja yang meninggal? Saya pikir, seandainya waktu itu ada perempuan lagi yang menanyakan "Bagaimana jika yang meninggal satu anak saja?", kemungkinan besar Rasul juga akan mengiyakan. Artinya bilangan 2 itu tidak menjadi batas.

Dalam konteks yang sama, dalam hadist lain yang diriwayatkan al-Nasa'iy, Rasulullah berkata (jika diterjemahkan secara bebas demikian) "Tidakkah menggembirakanmu, bahwa kamu kelak akan melihat anakmu membukakan pintu surga dan berjalan menjemputmu?".

Dalam hadist lain lagi (riwayat Muslim), diceritakan ada seorang -Abu Hissan namanya- yang dua anak laki-lakinya meninggal. Abu Hissan ini dekat dengan Abu Hurairah, hingga ia (Abu Hissan) menganggap Abu Hurairah itu sebagai juru bicaranya Rasul yang senantiasa membawa kabar tentang Rasul. Setelah musibah meninggalnya dua anaknya itu, Abu Hissan meminta Abu Hurairah agar memberinya hadist-hadist Rasulullah yang menghibur orang-orang yang lagi berduka cita karena keluarganya meninggal. Lantas Abu Hurairah berkata (dengan terjemah bebas begini), "(Oh) iya, anak-anak kecil mereka adalah anak-anak kecilnya surga." Maksudnya, anak-anak yang meninggal masih kecil akan menjadi penghuni surga tak akan meninggalkannya. "Salah satu mereka (anak-anak kecil penghuni surga itu) akan menemui orang tuanya. (Setelah ketemu) dia memegangi kuat-kuat baju orang tuanya, tak akan melepaskannya sampai Allah memasukkannya bersama kedua orang tuanya ke dalam surga."

Subhanallah... benar-benar bisa menjadi pelipur lara dan penguat di kala ditimpa musibah seperti yang saat ini aku alami. Bagi para orang tua yang pernah mengalami hal yang sama. Semoga kisahku ini bisa mendatangkan ibrah. Amin.

by Ummu Hafiy 

Rasulullah saw bersabda:
“…Tak ada seorangpun perempuan yang hamil dari suaminya, kecuali ia berada dalam naungan Allah azza wa jalla, sampai ia merasakan sakit karena melahirkan, dan setiap rasa sakit yang ia rasakan pahalanya seperti memerdekakan seorang budak yang mukmin. Jika ia telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetes pun air susu yang diisap oleh anaknya kecuali ia akan menjadi cahaya yang memancar di hadapannya kelak di hari kiamat, yang menakjubkan setiap orang yang melihatnya dari umat terdahulu hingga yang belakangan. Selain itu ia dicatat sebagai seorang yang berpuasa, dan sekiranya puasa itu tanpa berbuka niscaya pahalanya dicatat seperti pahala puasa dan qiyamul layl sepanjang masa. Ketika ia menyapih anaknya Allah Yang Maha Agung sebutan-Nya berfirman: ‘Wahai perempuan, Aku telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu, maka perbaruilah amalmu’.” (Mustadrak Al-Wasail 2: bab 47, hlm 623)

Rasulullah saw bersabda:
“Siapapun perempuan yang menjaga sesuatu di rumah suaminya dari suatu tempat ke tempat yang lain untuk kemaslahatan, maka ia diperhatikan oleh Allah swt, dan orang yang diperhatikan oleh Allah ia tidak akan diazab oleh-Nya.” Kemudian Ummu Salamah bertanya: Ya Rasulullah saw, setiap laki-laki yang keluar dari rumahnya ia dapat melakukan kebajikan, maka kebajikan apa yang dapat dilakukan oleh perempuan yang miskin? Beliau menjawab: “Baiklah, jika perempuan hamil maka kedudukannya seperti kedudukan orang yang berpuasa, qiyamul layl, dan berjuang di jalan Allah dengan diri dan hartanya. Jika ia melahirkan, maka pahalanya tak dapat diketahui oleh seorangpun karena begitu besarnya. Jika ia menyusui, maka setiap tetes air susu yang isap oleh anaknya seperti memerdekakan orang merdeka dari keturunan nabi Ismail (as). Jika ia menyapihnya, malaikat yang mulia mengepakkan sayapnya sambil berkata: Perbaruilah amalmu, dosa-dosamu telah diampuni.” Hadis ini bersumber dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa). (Al-Wasail 15: 174-175, hadis ke 1)
Zaid bin Ali dari bapak-bapaknya (sa) berkata bahwa Rasulullah saw pernah menyebutkan tentang jihad, lalu seorang perempuan bertanya: Ya Rasulullah, bagi perempuan apa amal yang seperti itu? Beliau bersabda: “Baiklah, bagi perempuan antara kehamilan hingga menyapih seperti pahala orang yang berjuang di jalan Allah. Jika ia mati, maka kedudukannya seperti orang yang syahid.” (Biharul Anwar 104: 97, hadis ke 56)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata dalam riwayat yang panjang tentang kisah Adam dan Hawa’ (as): “Siti Hawa’ berkata: Ya Rabbi, aku memohon kepada-Mu agar Engkau menganugerahkan kepadaku seperti yang Engkau anugerahkan kepada Adam. Maka Allah swt berfirman: ‘Aku telah mengkaruniakan kepadamu rasa malu, rahmat dan kelembutan, dan bagimu dicatat pahala mandi dan wiladah (melahirkan anak), sekiranya kamu melihat pahalanya yang abadi, kenikmatan yang kekal, dan kerajaan yang besar, niscaya menyejukkan pandanganmu.” (Mustadrak Al-Wasail 2: bab 2, 635, hadis ke 13)

Read More......

Friday, September 10, 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H

Kami, Deni Sekeluarga memohon maaf lahir dan bathin.

Bila ada langkah membekas lara
bila ada kata merangkai dusta
bila ada tingkah menoreh luka
pada kesempatan ini kami mohon maaf lahir dan bathin
Mohon maaf atas segala hilaf dan salah.

Taqabbalallaahu minna wa minkum
Siyaamana wa siyaamakum
Kulu 'aamin wa antum bi khoirin
Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faidzin
afwa minkum..!!

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H

Istriq: Indriana Kurniawati (Ummu Hafiy)
Anakq: Nizar Hafiy Abdani  

Read More......

Thursday, May 14, 2009

Katakan siapa namamu,..

“Katakan siapa namamu, maka aku akan tahu siapa ayahmu.”

Dia anakku
Diasuh dalam rahim mulia isteriku Dibesarkan dalam buaian lembutnya dan keluasan mimpiku untuk menjadi seorang hamba Dzat Mahakuasa yang menjadikanya pemimpin dengan sifat kemulyaan untuk menggapai ridhlo-Nya

Beberapa minggu sebelum kelahiran anakku, saya sempat membawa istriku ke klinik spesialis ibu dan anak untuk di cek mengunakan Ultrasonografi (USG). Saya lihat gerakan detak jantungnya dan bentuk mungilnya walaupun samar.. Alhamduillah sehat dan normal kata dokternya. Dan petanyaan seorang calon bapak yang pasti ditanyakan adalah mengenai jenis kelaminya, Insya Allah anakku akan terlahir sebagai seorang laki-laki! Alhamdulillah..

Nizar Hafiy Abdani adalah nama yang telah kami siapkan untuk anak pertama kami ini. Nizar Hafiy Abdani artinya “yang ahli memimpin, yang memuliakan, ’abdi’ hamba Allah”. Sebenarnya aku dan istriku sudah membuat list nama-nama, tapi sangking banyaknya jadi bingung. Dalam pemilihan waktu kami sepakat pada hari H selepas kelahiran anakku untuk pemberian nama. Dan nama tersebut tiba-tiba muncul ketika ditanyakan siapa namanya, sebagai hak seorang ayah memberikan nama pada anaknya. Mungkin ini adalah nama terbaik dari berbagai list tsb,Amiin. Sebagaimana nama adalah do’a maka nama ini kami pilih dengan segunung harap. Bukan sekedar pembeda, bukan hanya nama panggilan ataupun identitas semata.

Kenapa nama ini kami pilih? Inilah alasannya. Kelak, anakku harus memahami makna dari nama yang dimilikinya dan mengerti mengapa nama itu yang dipilih ayah-bundanya.

Tidak jauh dari artinya, kami berharap ia akan menjadi hamba Allah yang dapat memimpin diri-keluarga dan sesamanya sebagaimana seorang diri adalah pemimpin. Dan bilamana kamu menjadi pemimpin maka cukuplah Rasulallah Muhammad SAW sebagai suritauladanmu kemudian para sahabat dan para penerus perjuanganya yang senantiasa iltizam dan istiqamah dijalanNya. Kemudian bisa memuliakan sesamanya dan terutama orang tuamu ini sehingga engkau menjadi anak yang saleh.

Dan jika saya memberikan nasihat kepadanya maka cukuplah seperti nasihat luqman kepada anaknya sebagaimana terukir abadi di dalam al-qur’an surat luqman 13-19.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Anakku jadikanlah Islam(qur’an, sunnah, ijma’ dan qiyas) sebagai pegangan hidupmu. Serta masuklah kedalam Islam secara kaffah (menyeluruh).. bak selamilah lautan itu sedalam dan sejauh yang engkau sanggupi. Rasakanlah pahit-manisnya gulungan ombak dan terpaan badai yang menghujam sehingga engkau akan tabah. Jadilah pejuang Islam yang sejati, jangan hanya menjadi penonton tapi jadilah pemain yang engkau akan kaya ibrah di dalam mengarunginya.

Inilah segunung harapan yang ayah-bunda harapkan dari kelahiranmu, anakku Nizar Hafiy Abdani~ نزار حفى عبد نى ~! Dan, kau boleh memenuhinya sekemampuan dirimu.[]

Nizar anakku! Kini engkau semakin tumbuh seiring perjalanan waktu.. Aq memohon kepada Allah swt semoga bisa membimbing dirimu menjadi anak yang sholeh.. Semoga Allah membukakan segala pintu rahmat dan kebaikan bagimu serta mencucurkan segala tsaqafah dan ilmu yg bermanfaat sebagai bekal perjalananmu.. dan dirimu memiliki benteng yang kokoh untuk menangkal segala keburukan yang akan menimpamu.. Sehingga menjadikan dirimu orang yang berada di barisan paling depan dalam perjuangan ini.. demi dien ini.. yang semata-mata memohon ridha-Mu yaa Rabbana..

أُعِيْذُكُمْ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

“Aku berlindung kepada Allah untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.”

“Semoga Allah memberkahi dan melimpahkan kebahagiaan untuk kami dalam anak yang diberikan kepada kami. Kami pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai de-wasa, serta kami dikaruniai kebaikan-nya. Semoga Allah membalas kami dengan sebaik-baik balasan dan meli-patgandakan pahala kami”[]

~Abu Nizar~

Read More......

Monday, February 23, 2009

Tentang Kita


Engkau yang dulu dan engkau yang kini,

Tiada berubah kesetiaan dan ketulusanmu kecuali semakin bertambah. Aku menyaksikan engkau yang dulu berdo’a untuk pria yang engkau damba itu. Engkau menengadahkan kedua tanganmu dengan menjatuhkan setetes linangan air mata seraya berdo’a bermunajat kepada-Nya.. Yaa.. Tuhanku..!!!

Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-
sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah

Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku...
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehin
gga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanl
ah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan. Amin.........


Istriku.. Aku bangga engkau menemani disisiku.

Ingatkah ketika kita mendengarkan ucapan seorang Bapak di KUA ketika menitipkan pesan kepada kita, beliau mencuplik ayat Al-Quran surat Al-Baqarah ayat ke-187.

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Dia (istri kamu) itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian baginya.


Istriku ayat tersebut tidak hanya mengisyaratkan, bahwa suami dan istri saling membutuhkan, melainkan juga berarti, suami dan istri masing-masing menurut kodratnya memiliki kekurangan, harus dapat berfungsi menutup kekurangan pasangannya itu.


Aku sadar banyak sekali kekuranganku, perlakuanku, kata-kataku.. kepadamu. Dan ayat tersebut membuat aku ingat bahwa kau selalu ada disisiku. Memberikan cahaya ketika aku dalam gelap dan memberiku seteguk air ketika aku haus serta memberiku kehangatan ketika aku merasakan kedinginan didalam mengarungi hidup ini.


Diantara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) adalah Dia menciptakan dari jenismu pasanga-pasangan agar kamu (masing-masing) memperoleh ketentraman dari (pasangan)-nya dan dijadikannya diantara kamu mawaddah dan rohmah. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Ar-Rum: 21)


Istriku firman-firman tersebut mengandung isyarat, bahwa suami dan istri harus dapat menjadi diri pasangannya dalam arti masing-masing harus merasakan dan memikirkan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh pasangannya dan masing-masing harus mampu memenuhi kebutuhan pasangannya.


Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan menciptakan darinya (diri itu) pasangannya. (Q.S. An Nisa : 1)


Istriku agaknya karena betapapun hebatnya seseorang, pasti dia memiliki kelemahan. Dan betapapun lemahnya seseorang pasti ada juga unsur kekuatannya. Suami dan istri tidak luput dari keadaan demikian, sehingga suami dan istri harus berusaha untuk saling melengkapi.


Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).


Istriku nampaknya Allah SWT telah menciptakan segala sesuatunya memiliki pasangan masing-masing dengan segala karsa dan rekadayaNya. Sebagaimana dalam munajatmu,


Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:

"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."


Pertemuan ini adalah ikatan suci yang menjadikan kita menjadi manusia yang sempurna.

Istriku..

Engkau adalah wanita yang kuat dan sabar menjalani hidup ini..

Engkau tidak pernah mengeluh kesah

Engkau menerima pemberian walaupun sedikit dariku tanpa menuntut yang lebih

Sungguh terlalu banyak untuk melukiskan kebaikanmu dan budipekertimu..


Istriku sungguh banyak cobaan yang kita hadapi dan kita harus terus maju, yakinlah bahwasanya Allah swt bersama kita dan semoga kita digolongkan kedalam orang-orang yang bertaubat dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Istriku kuatkanlah dirimu!!


Ini adalah jihad fi sabilillah bagimu, aku yakin engkau bisa menjalaninya. Sungguh ini adalah karunia yang harus kita syukuri.


Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah berwasiat kepada Aisyah ra. Yang diantaranya ialah:

Bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.

Bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.

Berjuanglah Istriku..


Aku bangga padamu atas segala kebahagiaan yang datang dengan wasilahmu.

Marilah kiita bangun keluarga ini sebagaimana kelurga orang-orang mukmin yang didalamnya dipenuhi oleh sakinah mawahdah warahmah dan kita mendambakan memiliki kemah-kemah surga, sebagaimana hadis riwayat Abu Musa Al-Asy`ari ra.:


Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya seorang mukmin mempunyai sebuah kemah di dalam surga yang terbuat dari satu mutiara yang berlubang, panjangnya enam puluh mil, dan orang seorang mukmin juga memiliki keluarga di dalamnya yang akan ia kunjungi padahal sebagian mereka tidak pernah melihat sebagian yang lain. (Shahih Muslim No.5070)


Aku bangga padamu sebagaimana aku pegang teguh agama ini. Yang aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Yang Allah berjanji akan memenangkannya karena hanya agama ini (Islam) yang Allah ridhai.

Hidup ini hanya sekali dan hanya Islam yang akan membawa kita menuju surgaNya.

Wallahu’alam bi shawab.(Asseifff)



Read More......
 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

Denoxcyber © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu